SO’E, TTS  || Pratama news.com ||  Geliat bulu tangkis di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) kembali membara! Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Cabang So’e dengan bangga menggelar kejuaraan bulu tangkis antar klub Piala Bupati 2025 di wilayah TTS. Rabu, 24/9/2025

 

Acara pembukaan yang meriah berlangsung pada Selasa, 23 September 2025, di Lapangan Badminton Perdana Sport Point (PSP), So’e. Pembukaan dihadiri langsung oleh Bupati TTS, Kapolres TTS, Perwakilan Dandim 1621/TTS, Ketua Pengadilan TTS, para asisten, serta para atlet yang siap berlaga.

 

Ketua PBSI Cabang So’e, Chandra F. Susianto, S.E., menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan upaya konkret untuk meningkatkan pembinaan dan menjaring bibit-bibit atlet bulu tangkis potensial di TTS. “Kami berharap kejuaraan ini dapat menjadi wadah untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya dengan optimisme.

 

Kejuaraan ini menandai kebangkitan kembali olahraga bulu tangkis di daerah tersebut, khususnya setelah lebih dari 20 tahun vakum. PBSI di Kuhkukan, yang berada di bawah naungan PBSI Cabang So’e, kini menunjukkan geliat luar biasa. Turnamen perdana ini berhasil menarik perhatian 23 tim putra dan 9 tim putri, menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap olahraga yang sempat terlupakan ini.

 

Chandra F. Susianto menambahkan, misi utama PBSI adalah memperkenalkan dan menghidupkan kembali bulu tangkis yang merupakan olahraga rakyat super prioritas secara nasional dan penyumbang medali bagi negara. Ia menyoroti ironi bahwa olahraga penting ini justru kurang dikenal di daerah karena dianggap eksklusif. “Ini yang ingin saya ubah, pola pikir ini,” tegasnya, berkomitmen menjadikan bulu tangkis lebih inklusif dan merakyat.

 

Dalam upaya mengembangkan atlet-atlet muda, PBSI berambisi menyiapkan dua tim “Satria Muda” yang beranggotakan pemain berusia di bawah 20 tahun. Rencana partisipasi dalam Korpo tahun depan diharapkan dapat melatih mental dan daya saing para atlet muda, meskipun tanpa target juara di awal. Setelah turnamen ini, sisa anggaran dari PBSI akan dialokasikan untuk sosialisasi ke sekolah-sekolah dasar dan menengah, guna memperkenalkan olahraga ini sejak dini.

 

Kejuaraan ini diikuti oleh 23 klub bulu tangkis dari seluruh Kabupaten TTS, dengan total 32 tim yang berkompetisi. Ini merupakan kejuaraan antar klub pertama yang diselenggarakan oleh PBSI Cabang So’e dalam skala yang cukup besar, menjadi tonggak sejarah baru bagi perkembangan bulu tangkis di Timor Tengah Selatan. (Ady)