PALEMBANG || PratamaNews.com || Puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Indonesia Arena, Jakarta,menjadi sorotan saat Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pengakuan yang menyentuh tentang peran guru. Presiden mengatakan, “Presiden pun tidak akan ada tanpa guru yang baik.”
“Pernyataan ini mendapat apresiasi dari tokoh pendidikan Sumatera Selatan, Heriyanto, S.Pd., M.Si, Kepala SMP Muhammadiyah 3 Palembang. Heriyanto menilai pernyataan Presiden sebagai bentuk penghormatan negara kepada para pendidik yang selama ini menjadi tonggak pembangunan bangsa,jumat (28/11/2025).
“yang diwawancarai oleh awak media Heriyanto, yang juga menjabat Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Palembang dan aktif di berbagai organisasi pendidikan, menyebut bahwa pengakuan tersebut menjadi motivasi bagi guru untuk terus berkontribusi dalam mencerdaskan generasi.
“Di sisi lain, peringatan HGN tahun ini diwarnai perhatian publik terhadap insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta. Polisi menegaskan bahwa kasus tersebut merupakan aksi tunggal dan “tidak terkait jaringan terorisme, namun dipicu perundungan yang dialami pelaku.”
“Heriyanto menegaskan bahwa momentum HGN harus menjadi refleksi bersama untuk memperkuat kualitas pendidik sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan berkarakter.
“layak dihormati dan didukung, karena kualitas masa depan Indonesia sangat dipengaruhi oleh kualitas pendidik hari ini.
“Berdasarkan pernyataan-pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa ada beberapa point :
-Guru adalah tonggak pembangunan bangsa, karena mereka menghasilkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu memimpin.
-Keberhasilan seseorang tidak lepas dari jasa guru, apa pun jabatannya saat ini.
-Penghargaan terhadap guru adalah penghargaan terhadap masa depan bangsa, sebab kualitas pendidikan bergantung pada kualitas pendidik.
-Ada pesan kerendahan hati dari seorang pemimpin bahwa bahkan posisi tertinggi negara sekalipun tidak akan tercapai tanpa peran guru.
“Secara keseluruhan, maksudnya adalah mengajak masyarakat untuk menghormati guru dan mengakui bahwa mereka adalah pilar terpenting dalam mencetak sumber daya manusia yang membangun Indonesia, dan juga dimana kita sebagai guru/tenaga Pendidikan yang mencedaskan anak bangsa “tanpa tanda jasa” serat insya Alloh balasannya adalah amal jariyah “surga.(ah)




