Soe, TTS  || PratamaNews.com ||  Manager kopdit KSP Obor Mas, YSP, memberikan klarifikasi terkait insiden pemukulan meja di rumah nasabah bernama Domina Selan yang terjadi pada Sabtu (07/03/2026) di Desa Tublopo, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Klarifikasi ini disampaikan melalui pesan WhatsApp kepada media pada Minggu (08/03/2026) malam. So’e, 09/03/2026

 

YSP membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, kejadian itu dipicu karena pinjaman korban pernah macet dan menjadi perhatian khusus.

 

“Yang bersangkutan pinjamannya pernah macet dan sudah diperbarui. Artinya, yang bersangkutan dalam perhatian khusus. Jadi, kami melakukan penagihan tim pada anggota yang pernah diperbarui,” jelas YSP.

 

Lebih lanjut, YSP menjelaskan bahwa keributan terjadi karena anak korban yang bukan anggota koperasi datang dan tidak mau mendengarkan penjelasan dari stafnya, serta memotong pembicaraan. Hal ini yang kemudian memicu emosi stafnya hingga memukul meja kaca.

 

“Sebenarnya tidak sampai ada keributan. Karena anaknya (bukan anggota koperasi) tidak mau mendengar penjelasan dari staf. Akibat tidak mau mendengar penjelasan, staf tersebut emosi dan reflek memukul meja kaca, maksud dari memukul meja agar anaknya yang bersangkutan diam,” terangnya.

 

YSP juga membenarkan bahwa ia turut hadir pada saat kejadian. Setelah insiden tersebut, ia langsung meminta maaf kepada korban dan siap mengganti rugi. Namun, anak korban bersikeras untuk melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

 

“Saya juga hadir, setelah kejadian saya langsung meminta maaf kepada anggota yang bersangkutan dan anaknya, dan saya menyampaikan siap untuk mengganti rugi. Namun, anggota yang bersangkutan memaafkan, tapi anaknya bilang akan buat laporan polisi. Kita sudah melakukan evaluasi. Kami sadar bahwa sampai tindakan memukul meja kaca sampai pecah itu salah dan itu memang bentuk reflek.” Pungkasnya. (Ady)