WAY KANAN || PratamaNews.com || Para petani tembakau di Dusun 6 Air Melintang, Kampung Gunung Sari, Kabupaten Way Kanan, tengah menghadapi berbagai tantangan dalam musim tanam tahun ini. Selain faktor cuaca yang tidak menentu, harga jual tembakau yang fluktuatif turut memengaruhi pendapatan mereka.
Rabu,16/04/2026
Sejumlah petani mengaku bahwa curah hujan yang tidak stabil dalam beberapa bulan terakhir membuat kualitas daun tembakau menurun. Kondisi ini berdampak langsung pada hasil panen yang tidak maksimal, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
“Biasanya hasil panen bisa lebih baik, tapi sekarang banyak daun yang rusak karena hujan datang tidak menentu,” ujar salah satu petani setempat.
Selain itu, para petani juga mengeluhkan harga jual tembakau yang belum stabil di pasaran. Ketidakpastian harga membuat mereka kesulitan memperkirakan keuntungan, bahkan beberapa di antaranya hanya mampu menutup biaya produksi.
Meski demikian, para petani tetap berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah, khususnya dalam bentuk pendampingan dan stabilisasi harga. Mereka juga berharap adanya solusi terkait pengolahan hasil tembakau agar memiliki nilai tambah.
Dusun 6 Air Melintang sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil tembakau di Kampung Gunung Sari. Potensi ini dinilai masih dapat dikembangkan jika didukung dengan teknologi pertanian yang memadai serta akses pasar yang lebih luas.”




