BANYUWANGI || PratamaNews.com || Pondok Pesantren Mansya’ul Huda yang berlokasi di Dusun Gempoldampit, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-56 dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Kegiatan tersebut dirangkai dengan Istiqomah Jamaah Dzikir Nurul Wathon bersama unsur TNI dan Polri sebagai wujud doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara. Ponpes Mansya’ul Huda dikenal sebagai salah satu pondok pesantren bersejarah di Tegaldlimo yang didirikan dan diasuh oleh KH. Suyuti Thoha. (16/05/2026)

 

 

 

Acara yang dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah ini berlangsung dalam suasana religius dan penuh kekeluargaan. Lantunan dzikir, doa, serta istighotsah dipanjatkan bersama untuk memohon keberkahan, kedamaian, dan persatuan bangsa Indonesia. Jamaah Dzikir Nurul Wathon yang selama ini aktif dalam kegiatan keagamaan dan kebangsaan turut mengambil bagian penting dalam pelaksanaan acara tersebut.

 

Kehadiran jajaran TNI dan Polri dalam kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara ulama, umara, dan aparat negara dalam menjaga kondusivitas serta memperkuat persatuan masyarakat. Melalui momentum Harlah ke-56, seluruh elemen yang hadir diajak untuk terus menjaga kerukunan, meningkatkan keimanan, serta bersama-sama mendukung pembangunan bangsa yang aman dan sejahtera.

 

Pengasuh Ponpes Mansya’ul Huda menyampaikan bahwa peringatan Harlah bukan hanya menjadi ajang mengenang perjalanan panjang pesantren, tetapi juga sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Dengan usia yang telah mencapai 56 tahun, Ponpes Mansya’ul Huda diharapkan terus melahirkan generasi yang berakhlak mulia, cinta tanah air, serta mampu menjadi teladan di tengah kehidupan bermasyarakat.

 

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara, memohon agar Indonesia senantiasa diberikan keamanan, persatuan, serta dijauhkan dari berbagai ancaman yang dapat memecah belah persaudaraan antar anak bangsa. “