Pratamanews.com // Palembang // Kegiatan pada hari ini Bertempat di halaman Bakso Ucik, Jalan Puncak Sekuning, Lorong Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, diselenggarakan Perayaan Ulang Tahun Dewa Kwan Kong,Jumat (26/06/2026).
“Koko Anton selaku penyelenggara acara mengatakan perayaan Ulang Tahun Dewa Kwan Kong rutin digelar setiap tahun. “Dewa Kwan Kong yang kita rayakan malam ini dikenal sebagai Dewa Perang atau Panglima Perang dalam kepercayaan Tionghoa,” ujarnya.
“yang diwawancarai oleh awak media Doa untuk Kesehatan, Rezeki, dan Palembang Aman
Koko Anton berharap perayaan ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat. “Harapan kami, dengan pelaksanaan perayaan ini semua diberi kesehatan, rezeki lancar, sukses, dan Kota Palembang selalu dalam keadaan aman dan damai,” katanya.
“Acara berlangsung meriah dan dihadiri ratusan warga. Suasana penuh khidmat terlihat saat prosesi doa bersama dan persembahan kepada Dewa Kwan Kong.
“Dihadiri Pejabat Pemkot dan Tokoh Masyarakat
Perayaan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Wali Kota Palembang Bidang Keuangan, Pendapatan, Hukum dan HAM, didampingi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Palembang dan Camat Ilir Barat I. Hadir pula Syarifuddin selaku Penasihat Bupati Banyuasin Askolani, serta sejumlah tokoh masyarakat dan instansi terkait lainnya.
“Perayaan tahun ini sangat meriah dan ramai. Ini digelar setahun sekali sebagai bentuk penghormatan kepada Dewa Kwan Kong yang merupakan panglima perang. Harapan kita semua mendapat rezeki, sukses, dan sehat selalu,” ungkap Koko Anton.
“Bagikan Nasi Kotak untuk Warga*
Koko Anton menambahkan, pihaknya telah menjalankan tradisi ini selama tujuh bulan terakhir. Sebagai bentuk kepedulian, panitia juga membagikan nasi kotak kepada masyarakat sekitar setelah rangkaian acara selesai.
“Kita bagikan nasi kotak kepada masyarakat. Ini bentuk syukur dan berbagi. Semoga Song Tekong atau para dewa selalu melindungi kita semua,” tutupnya.
“Perayaan HUT Dewa Kwan Kong atau yang juga dikenal sebagai Dewa Guan Yu ini menjadi salah satu tradisi umat Tridharma yang rutin digelar setiap tahun sebagai wujud pelestarian budaya sekaligus doa bersama untuk kedamaian.(red)




