Pratamanews.com // OGAN ILIR // Tim gabungan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Pemulutan AKP Nugrah Angga Oktari, SH, berhasil memadamkan kebakaran lahan gambut di Desa Ibul Besar 1, Kecamatan Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, hingga tuntas pada pukul 18.05 WIB, Kamis (30/7/2026).
Pemantauan dimulai sejak pukul 13.30 WIB di lokasi dengan koordinat titik S: -3,0790 dan E: 104,7447. Kebakaran meluas di atas lahan seluas sekitar 7 hektare, di mana sebanyak 4 hektare di antaranya berhasil dipadamkan sepenuhnya hingga kondisi api dinyatakan mati total. Hingga saat ini sumber penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti.
Dalam penanganan darurat ini, Polsek Pemulutan bergerak bersama unsur TNI Koramil, Manggala Agni, BPBD Kabupaten Ogan Ilir, serta BPBD Provinsi Sumatera Selatan. Upaya pemadaman juga dibantu dukungan satu unit helikopter water bombing untuk memaksimalkan pengendalian titik api.
Proses pemadaman sempat menemui kendala, antara lain jumlah titik api yang cukup banyak sehingga memakan waktu lebih lama, serta keterbatasan jangkauan selang pemadam dari sumber air terdekat. Meski begitu, kerja sama dan keteguhan seluruh unsur yang terlibat membuat upaya pengendalian kebakaran berjalan lancar hingga tuntas.
Kapolsek Pemulutan AKP Nugrah Angga Oktari, SH menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas sinergitas dan dukungan penuh dari semua pihak yang turun tangan. Ia sekaligus menghimbau tegas kepada seluruh masyarakat, khususnya warga sekitar wilayah rawan karhutla:
“Saya mengingatkan kembali kepada seluruh elemen masyarakat untuk sama sekali tidak membakar lahan maupun semak belukar secara sembarangan. Di tengah musim kemarau yang kering saat ini, api bisa menyebar dengan sangat cepat dan sulit dikendalikan, merugikan banyak pihak, merusak lingkungan, serta melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mari kita jaga bersama keamanan dan kelestarian lingkungan di wilayah kita tercinta ini,” tegas Kapolsek.
Kami terus berkoordinasi dan melakukan patroli rutin guna mengantisipasi munculnya kembali titik api maupun kebakaran baru. Selanjutnya tim gabungan tetap melaksanakan pemantauan intensif di lokasi kebakaran untuk mencegah terjadinya kebakaran susulan.
(Junai)






