BANYUWANGI || 🌏Pratama News.com🇮🇩 || – Membangun keluarga yang tangguh di tengah derasnya perkembangan teknologi membutuhkan lebih dari sekadar kecakapan menggunakan perangkat digital. Orang tua juga perlu memahami kebutuhan anak, sementara pengelolaan keuangan rumah tangga harus dilakukan secara bijaksana agar kesejahteraan keluarga tetap terjaga.

 

Semangat tersebut menjadi landasan Workshop Seni Mengatur Anak dan Finansial di Era Digital yang diselenggarakan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PP dan KB) Kabupaten Banyuwangi bersama Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Cabang Banyuwangi, Sabtu (24/10/2026), di Dusun Glondong, Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi.

 

Kegiatan ini menghadirkan Syafaat, S.H., M.H.I., ASN Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi sekaligus Dewan Pakar LKKNU Cabang Banyuwangi; Ma’rifatul Kamila, S.H., Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Banyuwangi yang juga Dewan Pakar LKKNU; serta Dalilatus Sa’adah, Ketua LKKNU Cabang Banyuwangi. Hadir pula Camat Blimbingsari, Teddy Radiansyah.

 

Dalam pemaparannya, Syafaat menekankan bahwa kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan pendampingan orang tua. Perangkat digital dapat menjadi sarana belajar dan memperluas pengetahuan anak, tetapi tanpa arahan yang tepat, penggunaannya juga berpotensi membawa dampak yang kurang baik.

 

“Teknologi memang sangat membantu dalam kehidupan, tetapi jika penggunaannya kurang tepat, bisa membahayakan,” ungkap Syafaat.

 

Menurutnya, tugas orang tua bukan semata-mata menyediakan fasilitas digital, melainkan memastikan anak mampu menggunakannya secara aman, sehat, dan bertanggung jawab. Komunikasi yang terbuka, keteladanan, serta perhatian terhadap kondisi emosional anak menjadi bagian penting dari proses pengasuhan.

 

Anak tidak hanya membutuhkan perangkat yang canggih, tetapi juga orang tua yang bersedia mendengarkan. Di tengah kesibukan dan derasnya arus informasi, kehadiran keluarga menjadi tempat pertama bagi anak untuk belajar mengenali nilai, membangun karakter, dan memahami batasan.

 

Pengasuhan yang baik juga memerlukan kesabaran dan kebijaksanaan. Anak bukan sekadar generasi yang harus diarahkan, melainkan amanah yang perlu dijaga dengan kasih sayang, pendidikan, dan contoh perilaku yang baik.

 

Selain membahas pengasuhan, workshop tersebut mengangkat pentingnya kecakapan mengelola keuangan rumah tangga. Perencanaan anggaran, penentuan skala prioritas, pengendalian pengeluaran, dan kebiasaan menabung merupakan langkah sederhana yang dapat membantu keluarga menjaga kestabilan ekonomi.

 

Di era transaksi digital, kemudahan berbelanja dan melakukan pembayaran perlu disertai kemampuan mengendalikan diri. Masyarakat harus mampu membedakan kebutuhan dan keinginan agar kemudahan teknologi tidak justru mendorong perilaku konsumtif.

 

Melalui perspektif para pemateri, peserta yang didominasi ibu-ibu antusias memperoleh wawasan mengenai keterkaitan antara pola pengasuhan, keharmonisan hubungan keluarga, dan ketahanan ekonomi. Dukungan pemerintah kecamatan melalui kehadiran Camat Blimbingsari turut menjadi bagian dari upaya mendorong pemberdayaan masyarakat.

 

LKKNU Cabang Banyuwangi juga terus berupaya memperkuat ketahanan keluarga melalui edukasi dan pemberdayaan. Ikhtiar ini diharapkan membantu masyarakat menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan nilai moral, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap anggota keluarga.

 

Pada akhirnya, keluarga yang tangguh bukan hanya keluarga yang mampu memenuhi kebutuhan materi, melainkan juga keluarga yang menghadirkan kasih sayang, menumbuhkan akhlak, dan membangun kebiasaan hidup yang bertanggung jawab.

 

*Pewarta: Pratama News.com Banyuwangi*

*Foto: Dok. LKKNU Banyuwangi*