Pratamanews.Com – Surabaya – Dua pria berinisial MS (31) dan FZ (38), warga Keputih Tegal Timur, Sukolilo, Surabaya, ditangkap polisi atas kasus pembacokan terhadap seorang penjaga tambak berinisial T, warga Keputih, Sukolilo. Aksi kekerasan itu diduga dipicu unggahan korban di grup warga mengenai dugaan pencurian pisang oleh rekan pelaku.
Kapolsek Sukolilo melalui Kanit Reskrim AKP Gede Made Sutanaya mengungkapkan bahwa kedua pelaku ditangkap saat bersembunyi di wilayah Mojokerto pada Jumat (28/3) lalu. Penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan intensif pasca kejadian.
“Motif penganiayaan ini karena korban menyampaikan informasi di grup warga bahwa saudara B, teman para pelaku, mencuri pisang di perumahan,” jelas AKP Gede Made.
Peristiwa pembacokan terjadi pada Sabtu malam (22/3) sekitar pukul 23.45 WIB, di kawasan tambak Keputih Tegal Timur Baru. Saat itu korban sedang menjaga tambak seorang diri di sebuah gubuk. Usai membeli rokok, korban kembali ke gubuk dan mendapati kedua pelaku sudah berada di lokasi.
Tanpa banyak bicara, MS langsung menyerang dan memukuli korban. Korban sempat berusaha melawan. Namun, MS kemudian meminta parang dari FZ dan menyabetkannya ke arah kepala korban.
“Korban berusaha menangkis dengan tangan kiri dan kanan, sehingga mengalami luka robek di bagian tangan dan kaki,” terang AKP Gede Made.
Meski terluka, korban berhasil mundur sekitar 30 meter ke arah barat, lalu kabur ke selatan untuk menyelamatkan diri. Pelaku MS sempat mengejar, namun korban bersembunyi di semak-semak hingga pelaku pergi meninggalkan lokasi bersama rekannya.
Dalam kondisi terluka parah, korban mencoba berjalan menuju kawasan Kali Londo. Namun karena kehilangan banyak darah, ia pingsan di tengah jalan. Warga yang menemukannya dalam kondisi bersimbah darah segera mengevakuasi korban ke rumahnya, lalu dibawa ke Rumah Sakit Haji Sukolilo untuk mendapatkan perawatan medis.
Kini, kedua tersangka telah diamankan di Mapolsek Sukolilo untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami peran masing-masing pelaku serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.
[M5]




