Pratamanews.Com – Gresik – Suasana tenang di Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik mendadak gempar pada Selasa siang (15/4), usai seorang wanita paruh baya diduga melakukan aksi bunuh diri dengan menceburkan diri ke Kali Surabaya, yang akrab disebut warga sebagai Kali Mas.

Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 13.00 WIB dan melibatkan seorang perempuan bernama Estu Winarni, berusia 54 tahun, warga setempat. Kejadian ini sontak menarik perhatian masyarakat sekitar, khususnya para pengguna jasa perahu tambangan yang biasa menyeberang dari Desa Bambe ke arah Desa Krembangan, Kabupaten Sidoarjo.

Kapolsek Driyorejo, Kompol Musihram, membenarkan insiden tersebut. Dalam keterangan resminya, ia menjelaskan bahwa Estu sempat menyeberangi sungai dua kali sebelum akhirnya melompat dari perahu. “Korban awalnya datang berjalan kaki sekitar pukul 12.30 WIB, mengenakan daster berwarna cokelat. Ia kemudian menyeberang ke arah Desa Krembangan menggunakan perahu tambangan,” tutur Musihram.

Namun yang mengagetkan, lanjut dia, Estu kembali ke tempat tambangan hanya sekitar 30 menit kemudian untuk menyeberang kembali ke arah semula, yaitu Desa Bambe. “Saat berada di tengah perjalanan di atas perahu tambangan, korban tiba-tiba berdiri dan langsung melompat ke sungai. Aksi itu membuat pengemudi perahu dan penumpang lain kaget bukan main,” tambahnya.

Saksi mata yang juga pengemudi perahu tambangan, Roni, mengaku sempat mencoba menyelamatkan Estu. Tanpa pikir panjang, ia segera melompat ke sungai dengan membawa pelampung, berharap bisa menjangkau tubuh Estu yang mulai terbawa arus. Namun, upayanya sia-sia. “Saya langsung terjun ke sungai untuk menolong, tapi tidak bisa menemukan korban. Arusnya cukup deras,” ucap Roni lirih.

Setelah kejadian, warga sekitar segera melapor ke pihak berwajib. Tak lama kemudian, tim SAR gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), personel TNI-Polri, dan sejumlah relawan dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian. Tim penyelam dan petugas menggunakan perahu karet menyusuri sepanjang aliran Kali Mas dengan harapan menemukan keberadaan korban.

Informasi yang beredar di lapangan, Estu Winarni diketahui tengah mengalami tekanan batin yang cukup berat. Ia disebut menderita penyakit menahun yang tidak kunjung sembuh. Ditambah lagi, beberapa kerabat menyebut Estu dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tanda-tanda depresi. “Ia sering mengurung diri, dan terlihat murung setiap kali kami ajak bicara,” ungkap seorang tetangga yang enggan disebut namanya.

Pihak keluarga belum memberikan pernyataan resmi terkait kondisi psikis korban. Namun sejumlah warga mengaku Estu telah beberapa kali mengeluh soal sakit yang dideritanya. “Sepertinya beliau sudah sangat putus asa,” imbuh warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung. Petugas belum berhasil menemukan tubuh Estu di sekitar lokasi kejadian. Tim SAR memperluas area pencarian hingga beberapa kilometer ke hilir Kali Mas, mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus lebih jauh.

Kejadian ini menambah daftar panjang kasus dugaan bunuh diri yang terjadi akibat tekanan mental dan penyakit kronis. Para ahli kesehatan jiwa kembali mengingatkan pentingnya perhatian terhadap penderita gangguan depresi atau stres berkepanjangan. Keluarga dan masyarakat diharapkan lebih peduli, serta tidak mengabaikan perubahan perilaku orang-orang di sekitar mereka.

Sementara itu, aparat kepolisian bersama petugas BPBD mengimbau masyarakat agar segera melaporkan jika melihat tanda-tanda keberadaan korban atau menemukan benda mencurigakan yang mengarah pada kasus ini.

“Semoga korban segera ditemukan, dan keluarga diberi ketabahan menghadapi musibah ini,” tutup Kapolsek Kompol Musihram.

[Gus F]