Pratamanews.Com – Sidoarjo – Pertemuan hangat dan penuh makna terjadi di kediaman Gus Maliki, pengasuh Pondok Pesantren Mardhotilaah Terik, Krian, pada Minggu (11/05/2025). Dalam suasana santai namun sarat pemikiran, Gus Maliki menerima kunjungan Muji Slamet, SH, seorang tokoh yang dikenal aktif dalam dunia kerja dan sosial.
Pertemuan yang berlangsung hampir empat jam itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang diskusi yang mendalam. Tidak hanya membahas perjalanan hidup masing-masing di masa muda serta dinamika hubungan kawan dan lawan lama, keduanya juga mengupas berbagai aspek penting dalam kehidupan—mulai dari realitas politik hingga keseimbangan antara urusan duniawi dan akhirat.
Muji Slamet, SH menyampaikan bahwa momen ini menjadi awal dari jalinan persaudaraan yang lebih erat. Ia mengakui selama ini terlalu fokus pada aktivitas dunia kerja dan pencapaian materi. Namun dalam pertemuan tersebut, dirinya mendapat pencerahan tentang pentingnya menyeimbangkan kehidupan dengan nilai-nilai Islam.
“Ini adalah awal dari persaudaraan antara pekerja yang selama ini sibuk mencari nafkah dengan pemahaman terhadap ajaran-ajaran Islam. Kami merasa tersentuh dan tercerahkan,” ujar Muji Slamet, SH.
Senada dengan hal itu, Gus Maliki menekankan pentingnya menjaga harmoni antara duniawi dan ukhrawi. “Segala hal yang kita lakukan akan menjadi berkah dan barokah jika mampu menempatkan dunia dan akhirat secara seimbang,” tuturnya dengan penuh makna.
Tak hanya berbagi pandangan spiritual, keduanya juga sempat menyinggung tentang lika-liku dunia politik di Indonesia. Meski perbincangan bersifat santai, keduanya menunjukkan ketertarikan yang mendalam pada dinamika politik tanah air.
Harapan dari pertemuan ini, menurut keduanya, adalah agar tali silaturahmi tetap terjaga serta menjadi awal yang baik untuk memperdalam ilmu agama dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga ini menjadi langkah awal yang baik untuk saling menguatkan dalam kebaikan, baik dalam kehidupan pribadi, sosial, maupun dalam urusan kebangsaan,” ujar Gus Maliki menutup pertemuan.
[4R]




