Pratamanews.Com – Banyuwangi – Kebakaran hebat melanda sebuah dealer motor Honda, yakni Honda Motor II, yang berlokasi di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Minggu (30/3/2025). Asap pekat terlihat membumbung tinggi dari dalam dealer yang saat kejadian dalam kondisi terkunci rapat.

Kebakaran ini membuat warga sekitar panik setelah melihat kepulan asap hitam tebal yang muncul dari dalam dealer tersebut. Beberapa warga yang mengetahui kejadian itu segera melaporkan ke petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Banyuwangi untuk meminta bantuan pemadaman.

Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Banyuwangi, Yoppy Bayu Irawan, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan adanya kebakaran di dealer motor tersebut.

“Kami langsung menuju lokasi kejadian usai mendapatkan laporan dari warga setempat,” ujar Yoppy.

Saat tiba di lokasi, petugas pemadam kebakaran menghadapi kendala awal karena seluruh akses dealer dalam kondisi terkunci. Oleh karena itu, petugas harus membobol pintu harmonika agar dapat masuk ke dalam bangunan dan mencari sumber api.

“Sumber api berasal dari dalam dealer, sehingga kami terpaksa merusak kunci pintu harmonika untuk melakukan pemadaman,” tambahnya.

Setelah berhasil masuk ke dalam bangunan, petugas segera mencari titik asal api. Ternyata, kebakaran berpusat di gudang penyimpanan aki yang berada di dalam dealer tersebut.

“Sumber api ada di gudang penyimpanan aki. Diduga kuat kebakaran ini dipicu oleh korsleting pada baterai sepeda motor listrik yang disimpan di dalamnya,” ungkap Yoppy.

Kapolsek Cluring, Iptu Putu Ardana, menambahkan bahwa selain baterai aki, di dalam gudang penyimpanan juga terdapat berbagai barang yang mudah terbakar, seperti helm dan jaket, yang menyebabkan api cepat membesar.

“Api semakin membesar karena di dalam gudang itu juga tersimpan berbagai bahan yang mudah terbakar seperti helm, jaket, dan aki,” jelasnya.

Petugas pemadam kebakaran yang berjumlah beberapa personel segera berusaha memadamkan api dengan menggunakan selang air bertekanan tinggi. Proses pemadaman berlangsung sekitar 45 menit hingga akhirnya api benar-benar berhasil dipadamkan.

Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Saat kebakaran terjadi, dealer dalam keadaan kosong karena sedang tutup.

“Saat kejadian, dealer memang sedang libur, sehingga tidak ada pegawai atau orang lain di dalam bangunan,” kata Iptu Putu Ardana.

Meskipun demikian, kebakaran ini menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp 77 juta. Beberapa barang yang ada di dalam gudang, termasuk aki dan perlengkapan lainnya, mengalami kerusakan parah akibat dilalap api.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut. Namun, dugaan awal mengarah pada korsleting listrik dari baterai motor listrik yang tersimpan di gudang.

Dengan kejadian ini, pihak kepolisian dan pemadam kebakaran mengimbau kepada masyarakat, terutama pemilik bisnis, untuk lebih waspada dalam menyimpan barang-barang yang mudah terbakar. Pengecekan berkala terhadap instalasi listrik serta penempatan barang yang aman dari potensi kebakaran diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

[4R, PratamaNews.com]