BANYUWANGI || PratamaNews.com || Salah satu Program bina usaha kreatif yang di Terapkan IPWL LRPPN-BI Banyuwangi yang hanya bukan sekadar pelatihan keterampilan saja, tetapi melainkan bagian dari skema. (14/05/2025)
Berfokus program pendampingan berkelanjutan bagi mantan pecandu narkoba. Tujuan utamanya adalah memastikan para residen memiliki skill yang benar-benar siap kembali ke masyarakat, sekaligus mencegah terjadinya putusnya semangat dalam menjalankan semangat kreatifitas usaha paska menjalani rehabilitasi dan terhindar kekambuhan (relapse).
Aftercare (perawatan lanjutan atau pasca perawatan) menjadi fase penting setelah proses rehabilitasi medis dan psikososial selesai. Dalam praktiknya, program ini mencakup konseling lanjutan, terapi pendukung, kelompok dukungan sebaya, hingga pelatihan keterampilan hidup dan wirausaha, seperti yang tengah dikembangkan di Banyuwangi.
“Melalui program ini, kami ingin para mantan residen tetap memiliki kontrol diri, stabilitas emosional, dan arah hidup yang jelas. Kemandirian ekonomi menjadi salah satu kuncinya,” ujar Ketua LRPPN-BI Banyuwangi, Mohamad Hikhsan.
Tujuan program aftercare ini antara lain: Meningkatkan produktivitas dan integrasi sosial, agar para mantan pecandu mampu berkontribusi di lingkungan sekitar.
Kami berfokus mencegah kekambuhan dalam penggunaan narkoba akibat tekanan, lingkungan buruk, atau minimnya dukungan dan Menjaga kesadaran diri dan kestabilan emosi, melalui rutinitas yang positif dan relasi yang sehat serta membantu mengatasi godaan dan masalah sehari-hari, seperti stigma sosial, konflik keluarga, atau kesulitan ekonomi.
Menurut Agus Dwi Hariyanto, SH, MH, Kepala Divisi Hukum dan Humas LRPPN-BI Banyuwangi, aftercare menjadi pondasi penting dalam memastikan proses rehabilitasi berjalan utuh. “Tanpa pendampingan pascarehab, risiko mereka kembali terjerumus sangat tinggi. Maka kami ingin mereka keluar dari sini dengan bekal nyata,” ujarnya.
Dengan menggabungkan pendekatan psikologis dan ekonomis, program bina usaha ini diharapkan menjadi model pemulihan berkelanjutan yang bisa direplikasi di wilayah lain. “Mereka tidak hanya pulih, tapi bangkit sebagai pribadi yang kuat dan mandiri,” pungkas Mas Harry, pria yang berlatarbelakang pendidikan jurnalis menutup statemennya. (Tiem)




