Pratamanews.Com – Gresik – Sebuah video memperlihatkan seorang perempuan berseragam juru parkir (jukir) bersitegang dengan seorang warga di Terminal Bunder, Gresik, menjadi viral di media sosial, khususnya di TikTok, pada Sabtu (7/6/2025). Dalam video tersebut, perempuan itu tampak terlibat adu mulut dan menunjukkan perilaku yang dianggap tidak wajar, sehingga memicu perhatian warganet.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik memberikan klarifikasi. Perempuan dalam video tersebut diketahui bukan petugas resmi, melainkan merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sebelumnya sudah beberapa kali ditangani oleh instansi terkait.
“Itu ODGJ. Dulu sudah pernah dibawa ke Dinas Sosial dan direhabilitasi. Setelah itu dipulangkan ke keluarganya, tapi dia kabur lagi dan kembali ke terminal, lalu berulah lagi,” ujar Masyhur Arif, perwakilan dari Dishub Gresik, saat dikonfirmasi pada Minggu (8/6/2025).
Menurut Masyhur, keberadaan perempuan tersebut di area terminal bukan atas penugasan resmi, melainkan karena kebiasaannya berkeliaran di sekitar lokasi. Ia sempat menggunakan atribut layaknya petugas juru parkir, yang menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Pihak Dishub Gresik, lanjut Masyhur, telah berkoordinasi dengan kepolisian setempat dan Dinas Sosial Kabupaten Gresik untuk kembali melakukan penanganan. “Ini mau kita bawa ke shelter atau tempat penampungan sementaranya Dinas Sosial,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik dan kembali mengingatkan pentingnya penanganan yang berkelanjutan dan terpadu terhadap ODGJ di ruang-ruang publik. Selain menyangkut keselamatan individu yang bersangkutan, hal ini juga penting untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
Dishub Gresik juga mengimbau masyarakat agar tidak terpancing emosi saat menghadapi situasi serupa, dan menyerahkan penanganannya kepada pihak berwenang. “Kami harap masyarakat bisa lebih bijak, jangan mengambil tindakan sendiri. Laporkan ke instansi terkait agar bisa ditangani sesuai prosedur,” pungkas Masyhur.
Sementara itu, Dinas Sosial Gresik belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana lanjutan untuk rehabilitasi perempuan tersebut. Namun dari informasi awal, penanganan akan melibatkan pemulangan ke keluarga disertai pemantauan berkala, atau alternatif penempatan di panti sosial yang sesuai.
Video viral ini sekaligus membuka ruang diskusi publik mengenai keberadaan ODGJ di fasilitas umum serta pentingnya sinergi antara instansi sosial, kesehatan, dan ketertiban umum dalam menangani kasus-kasus serupa. Pihak berwenang diharapkan dapat mengambil langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
[FLa]




