BANYUWANGI || Pratama news.com || Di tengah gempuran era digital dan tingginya ketergantungan anak-anak terhadap gawai, MI Darun Najah II Banyuwangi menginisiasi langkah sederhana namun berdampak: mengajak siswi-siswinya mengunjungi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusda) Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (18/6/2025) dan diikuti oleh 105 siswi dari kelas 1 dan 3.
Kunjungan ini merupakan program rutin madrasah setiap akhir semester. Selain menjadi agenda edukatif, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kembali minat baca anak-anak di luar lingkungan sekolah dan rumah. Kepala MI Darun Najah II, Majidatul Himmah, menyatakan bahwa kegiatan tersebut adalah bagian dari kerja sama dengan Perpusda untuk memperkaya referensi bacaan siswa.
“Kami ingin mengenalkan dunia buku lebih luas kepada anak-anak. Di luar buku paket sekolah, ada banyak hal menarik yang bisa mereka temukan lewat membaca,” kata Himmah saat ditemui usai kegiatan.
Kegiatan diawali dengan jalan sehat dari madrasah menuju pusat kota. Siswi kemudian melakukan senam ringan di area Stadion Diponegoro, dilanjutkan dengan sarapan sehat dari bekal yang dibawa sendiri. Setelah itu, rombongan menuju Perpustakaan Daerah untuk memulai kegiatan membaca bersama.
Setiap siswi diberi keleluasaan memilih buku dari koleksi yang tersedia, mulai dari cerita rakyat, fiksi anak-anak, hingga buku pengetahuan populer. Setelah membaca, mereka diberi tugas rumah untuk menuliskan isi atau kesan dari buku yang telah dibaca.
Aiko, siswi kelas 3 yang ikut dalam kegiatan, mengaku antusias. “Senang sekali bisa ke Perpusda. Banyak buku-buku baru yang belum pernah aku lihat. Aku baca buku tentang hewan dan ingin cerita ke teman-teman,” ujarnya sambil menunjukkan bukunya.
Kepala Perpusda Banyuwangi, yang turut menyambut rombongan siswi, menyambut baik inisiatif madrasah. Menurutnya, kunjungan seperti ini tidak hanya membiasakan anak membaca, tetapi juga membangun kedekatan mereka dengan fasilitas publik yang tersedia.
“Kami membuka ruang selebar-lebarnya bagi lembaga pendidikan yang ingin berkunjung. Literasi adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Langkah yang diambil MI Darun Najah II ini mencerminkan upaya sederhana namun penting dalam memperkuat budaya literasi sejak dini. Ketika anak-anak mulai mengakrabi buku secara langsung, mereka belajar menyukai proses membaca tanpa tekanan, dan menjadikan aktivitas membaca sebagai bagian dari keseharian. Sebuah langkah kecil yang membawa harapan besar.




