Pratamanews.Com – Sidoarjo – Sebagai bagian dari komitmen terhadap peningkatan kualitas layanan publik, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sidoarjo mengadakan Forum Konsultasi Publik pada Selasa (15/7/2025), bertempat di Ruang Parahita Raksaka. Forum ini mempertemukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari akademisi, media, organisasi kemasyarakatan hingga unsur mahasiswa, dalam satu wadah dialog bersama kepolisian.
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol. Christian Tobing, yang membuka secara langsung forum tersebut, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun pelayanan kepolisian yang lebih terbuka, inklusif, dan akuntabel.
“Forum konsultasi ini menjadi sarana penting bagi kami untuk mendengar langsung suara masyarakat—baik itu berupa masukan, saran, maupun kritik terhadap pelayanan publik kepolisian. Hal ini merupakan implementasi dari Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik,” ujar Kombes Christian.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan beberapa inovasi yang telah diterapkan Polresta Sidoarjo, seperti layanan SKCK Online dan sistem pelayanan terpadu lainnya yang mempermudah akses masyarakat dalam berbagai urusan administrasi.
“Berbagai inovasi telah kami jalankan, dan sebagian telah mendapatkan penghargaan secara nasional. Namun kami menyadari, pelayanan publik adalah proses dinamis yang terus membutuhkan evaluasi dan penyempurnaan,” ungkapnya.


Christian juga menekankan pentingnya keterlibatan publik dalam penyusunan standar pelayanan kepolisian. Menurutnya, standar layanan harus disusun dengan memperhatikan konteks lokal dan kemampuan institusi, sekaligus mempertimbangkan kebutuhan riil masyarakat.
Sikap terbuka Polresta Sidoarjo dalam melibatkan masyarakat pun mendapat tanggapan positif dari sejumlah peserta forum. Salah satunya datang dari Feri Hidayat, perwakilan dari organisasi Pemuda Pancasila, yang mengapresiasi keterbukaan institusi kepolisian.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Polresta Sidoarjo yang mau mendengar langsung aspirasi masyarakat. Forum seperti ini penting untuk membangun komunikasi yang sehat dan kolaboratif antara polisi dan warga,” kata Feri di sela-sela forum.
Ia berharap, kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan di masa mendatang, agar sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum semakin solid.
Lebih dari sekadar forum diskusi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi Polresta Sidoarjo dalam upayanya meraih predikat Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Langkah ini sekaligus menjadi cermin dari reformasi birokrasi kepolisian yang semakin mengedepankan transparansi dan pelayanan prima.

[4R/Ew]




