Pratamanews.com – Sidoarjo – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-80, warga Dusun Manyar, Kelurahan Pucang, Kecamatan Sidoarjo, punya cara unik merayakan kemerdekaan. Mereka menggelar lomba sambit layangan, memanfaatkan momen musim layangan yang tengah ramai digemari masyarakat.

Gelaran lomba ini dilaksanakan di Lapangan Krida Delta Pucang, Jumat (2/8/2025) sore. Tak ada batasan usia, siapa pun bisa ikut asalkan membawa layangan dan benang sendiri. Suasana penuh keceriaan dan nostalgia pun menyelimuti lapangan yang terletak di tengah permukiman warga tersebut.

“Setiap sore, banyak anak-anak hingga orang dewasa main layangan. Melihat antusiasme itu, kami dari pengurus lingkungan berinisiatif menjadikannya lomba menyambut kemerdekaan,” tutur Ketua RW setempat.

Lomba sambit layangan ini disambut meriah oleh warga. Bukan hanya peserta, tapi juga para penonton yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, hingga anak-anak, turut memadati lapangan. Sorak sorai dan gelak tawa pecah saat benang-benang layangan saling beradu di udara, mencoba memutuskan benang lawan dan menjadi yang terakhir bertahan di langit Manyar.

Salah satu peserta, Fredi (18), mengaku merasa seperti kembali ke masa kecilnya. “Saya seolah-olah flashback ke tahun 90-an. Dulu kami main layangan di lapangan, belum kenal yang namanya gadget. Ini seperti mengulang masa kecil,” ujarnya dengan mata berbinar.

Kegiatan ini juga menjadi alternatif hiburan yang menyehatkan dan mempererat silaturahmi antarwarga. Di tengah gempuran teknologi digital, lomba sambit layangan di Dusun Manyar menjadi momen untuk sejenak melupakan layar gadget dan kembali menyatu dengan alam serta tradisi permainan rakyat.

Panitia berharap kegiatan serupa bisa digelar rutin setiap tahun, tidak hanya sebagai bentuk peringatan hari kemerdekaan, tetapi juga sebagai upaya menjaga warisan budaya dan permainan tradisional yang makin langka.

[Ffn]