Pratamanews.com
Lampung Utara ǁ Tenegaskan komitmen dalam mewujudkan generasi sehat dan bebas stunting. Pemdes Kota Agung, Sungkai Selatan, gelar kegiatan Rembuk Stunting T.A 2026. Kamis, 23 Juli 2026, sekitar pukul 09.30 WIB, di Kantor Desa Kota Agung.
Giat ini dihadiri oleh Camat Sungkai Selatan, dan menghadirkan narasumber dari Ahli Gizi Puskesmas Rawat Inap Ketapang, serta PLKB Kecamatan Sungkai Selatan.
Turut hadir juga unsur LPM, BPD, Bidan Desa, Kader Posyandu, dan perangkat desa. Musyawarah berlangsung interaktif dengan membahas berbagai langkah strategis dalam percepatan pencegahan stunting.
Materi yang disampaikan meliputi upaya pencegahan stunting sejak dini, pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Juga peningkatan kualitas gizi masyarakat, hingga penguatan peran keluarga dalam pola asuh anak.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, Desa Kota Agung saat ini tercatat memiliki angka stunting sebesar 0 persen.
Capaian tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.
Kepala Desa Kota Agung, Hendri Kalnopi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras. Sehingga Desa Kota Agung berhasil terbebas dari stunting sepanjang tahun 2026.
“Atas nama Pemerintah Desa Kota Agung, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Puskesmas Rawat Inap Ketapang, Bidan Desa, para kader Posyandu, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini telah bekerja dengan penuh dedikasi. Keberhasilan Desa Kota Agung mencapai angka nol persen stunting bukanlah hasil kerja satu pihak.” Ujar Hendri Kalnopi.
Ia juga menjelaskan bahwa Pemerintah Desa Kota Agung terus menunjukkan keseriusannya dalam mendukung program percepatan penurunan stunting melalui pengalokasian Dana Desa untuk penyediaan makanan tambahan bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Program tersebut menjadi pelengkap bantuan makanan tambahan dari Puskesmas Rawat Inap Ketapang maupun program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah diterima oleh kelompok sasaran.
Menurut Hendri, dukungan anggaran desa merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Selain pemenuhan gizi, Pemerintah Desa Kota Agung juga terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pola pengasuhan anak yang tepat.
Kemudian pemanfaatan layanan Posyandu secara rutin, serta penerapan PHBS sebagai langkah efektif mencegah berbagai penyakit yang dapat memicu gangguan pertumbuhan anak.
Dalam kesempatan tersebut, narasumber juga mengingatkan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun atau periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Upaya yang dapat dilakukan antara lain memberikan ASI eksklusif selama enam bulan, dilanjutkan dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang kaya protein hewani.
Lalu melengkapi imunisasi dasar, rutin memantau pertumbuhan balita di Posyandu setiap bulan, serta menjaga sanitasi lingkungan agar anak terhindar dari infeksi.
Melalui Rembuk Stunting Tahun 2026 ini, Hendri Kalnopi berharap sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat terus terjaga.
Sehingga capaian nol persen stunting dapat dipertahankan dan menjadi contoh bagi desa-desa lainnya dalam membangun generasi yang sehat, unggul, dan berkualitas.
“Capaian nol persen stunting ini adalah amanah yang harus terus kami jaga. Pemdes Kota Agung akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pihak, mulai dari tenaga kesehatan, kader Posyandu, hingga masyarakat, agar upaya pencegahan stunting berjalan secara berkelanjutan. Harapan kami, Desa Kota Agung tetap menjadi desa yang sehat dan mampu mencetak generasi penerus yang unggul, berkualitas, serta menjadi contoh bagi desa-desa lainnya.” tutup Hendri.




