Pratamanews.com

Lampung Utara Menjelang  peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, suasana di wilayah Kecamatan Sungkai Selatan tampak jauh lebih hidup dan penuh warna.

Sejak awal Agustus 2026, masyarakat terlihat kompak menghiasi lingkungan dengan bendera merah putih, umbul-umbul, dan berbagai ornamen bernuansa kemerdekaan.

Hampir di setiap sudut jalan, semangat menyambut hari bersejarah bagi bangsa Indonesia itu terasa begitu kuat dan menyatu dalam aktivitas warga sehari-hari.

Kekompakan masyarakat terlihat dari kebiasaan mereka bergotong royong memasang atribut kemerdekaan di depan rumah, di tepi jalan, hingga di area permukiman.

Bendera merah putih berkibar berdampingan dengan umbul-umbul yang berjejer rapi, menciptakan suasana yang meriah sekaligus membangkitkan rasa bangga sebagai warga negara Indonesia.

Bagi warga, kegiatan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan juga bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan dan pengingat agar semangat persatuan terus dijaga.

Yang menarik, perayaan tahun ini juga diwarnai dengan sentuhan kreativitas warga. Sejumlah warga di Sungkai Selatan turut membuat tugu kemerdekaan sederhana dari bahan alam seperti bambu dan kayu.

Hiasan itu menjadi simbol semangat juang, kesederhanaan, dan kebersamaan masyarakat dalam menyemarakkan bulan kemerdekaan.

Di beberapa titik, tambahan lampu jalan dan lampu hias membuat suasana malam hari tampak lebih terang, indah, dan semarak, seolah menegaskan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya hadir pada siang hari, tetapi juga menyala hingga malam.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa persiapan untuk menyambut HUT RI ke-81 kali ini dilakukan dengan penuh semangat gotong royong.

Menurutnya, warga saling membantu tanpa diminta, mulai dari menyiapkan bambu, memotong kayu, memasang bendera, hingga merapikan jalan lingkungan agar terlihat lebih bersih dan layak untuk menyambut hari kemerdekaan.

“Kalau untuk Agustusan, kami memang selalu kompak. Ada yang bantu pasang umbul-umbul, ada yang bikin tugu dari bambu, ada juga yang pasang lampu jalan. Semua dilakukan bersama-sama karena kami ingin lingkungan terlihat indah dan meriah. Ini juga jadi bentuk rasa cinta kami kepada Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat seperti ini menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan di tengah masyarakat masih sangat kuat. Meski zaman terus berubah, gotong royong tetap menjadi budaya yang hidup dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Menurutnya, suasana seperti inilah yang membuat peringatan kemerdekaan di Sungkai Selatan terasa istimewa, karena bukan hanya dirayakan dengan kemeriahan, tetapi juga dengan kebersamaan yang tulus.

Selain memperindah lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. Anak-anak, remaja, hingga orang tua terlibat dalam proses dekorasi lingkungan.

Kehadiran mereka menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan mampu menjadi ruang bersama untuk membangun solidaritas sosial, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah kehidupan masyarakat desa maupun kecamatan.

Masyarakat Kecamatan Sungkai Selatan pun berharap semangat seperti ini dapat terus dipertahankan di masa mendatang. Mereka ingin perayaan HUT RI bukan hanya menjadi acara seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat persatuan, dan mendorong kemajuan daerah.

Warga berharap Sungkai Selatan ke depan semakin rukun, maju, dan mampu menjaga tradisi gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan masyarakat.

Dengan dekorasi merah putih yang menghiasi lingkungan, tugu kemerdekaan dari bambu dan kayu, serta lampu-lampu jalan yang membuat malam tampak lebih semarak, Sungkai Selatan seakan menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan masih menyala kuat di hati masyarakat.

Perayaan ini menjadi pengingat bahwa cinta tanah air dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana, selama dilakukan dengan kebersamaan, ketulusan, dan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.