SIDOARJO  || 🌏PratamaNews.com🇮🇩 ||  Keresahan melanda Pondok Pesantren Manba’ul Hikam (Mahika), Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Pada Selasa (1/9/2026) siang, sebanyak 112 Santri Putra maupun Putri tiba-tiba Mengalami Keluhan Kesehatan Serentak berupa pusing dan mual mendadak. Angka tersebut merupakan data sementara yang dikonfirmasi langsung oleh Camat Tanggulangin, Arie Prabowo, dan masih memungkinkan bertambah mengingat pendataan terus berjalan.

 

Para santri yang mengalami gejala langsung ditangani dengan pembagian tingkatan perawatan. Mereka yang kondisinya memburuk segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Sidoarjo, sementara santri dengan keluhan ringan dipantau dan dirawat di lingkungan pondok pesantren di bawah pengawasan petugas medis.

 

Makanan Program MBG Diduga Pemicu Utama, Sementara ini dugaan terkuat mengarah pada makanan yang disajikan dalam rangka program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi saat makan siang. Salah satu santriwati bernama Yanti mengaku sempat melihat menu sayur buncis yang terlihat sudah tidak layak dikonsumsi, bahkan berbau atau berasa basi.

 

“Sayur buncisnya tadi siang sepertinya sudah basi. Saya tidak memakannya, jadi saya tidak ikut mual,” ungkap Yanti, Namun, pihak berwenang belum dapat memastikan secara pasti bahwa makanan tersebut adalah penyebab tunggal. Semua masih menunggu hasil uji laboratorium atas sampel makanan yang diambil serta pemeriksaan medis menyeluruh terhadap para santri.

 

Bupati & Tim Medis Turun Langsung, Peristiwa ini langsung mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Bupati Sidoarjo, Subandi, bahkan mendatangi lokasi pondok pesantren pada Selasa malam untuk meninjau langsung kondisi para santri dan memastikan penanganan berjalan optimal.

 

Bersama tim Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dan petugas Puskesmas, pemeriksaan medis dilakukan secara menyeluruh. Selain itu, sampel makanan yang diduga bermasalah sudah diambil untuk diuji di laboratorium guna mengetahui secara pasti apakah masalahnya ada pada bahan makanan, cara pengolahan, penyimpanan, maupun distribusinya.

 

Data Masih Terus Dipantau, Hingga berita ini ditulis, pendataan jumlah korban masih berlangsung dan angka 112 orang belum bersifat final. Pihak pondok dan tenaga kesehatan terus memantau kondisi seluruh santri. Masyarakat dan orang tua santri berharap hasil pemeriksaan laboratorium segera diumumkan agar penyebab jelas diketahui dan langkah pencegahan dapat segera diambil demi mencegah kejadian serupa terulang kembali. (Nono)