Pratamanews.Com || Pobolinggo || Arus lalu lintas di Jalan Raya Kraksaan, tepatnya di depan RSUD Waluyo Jati, Kabupaten Probolinggo, tampak kacau dan semrawut dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini disebabkan oleh matinya lampu lalu lintas di simpang empat depan rumah sakit yang menjadi jalur utama penghubung berbagai arah kendaraan. Hingga Rabu (9/4/2025), belum terlihat adanya upaya perbaikan dari instansi terkait, membuat kondisi jalan kian membahayakan pengguna.

Lampu lalu lintas tersebut sudah tak berfungsi sejak sebelum Lebaran. Padamnya lampu pengatur arus kendaraan itu menyebabkan kendaraan dari empat arah timur, barat, selatan, dan utara harus saling berebut jalan. Kondisi ini tentu sangat berisiko menimbulkan kecelakaan, terutama di waktu-waktu padat seperti pagi dan sore hari.

Pantauan di lokasi, suasana lalu lintas tampak tidak teratur. Tidak adanya petugas yang mengatur lalu lintas di persimpangan tersebut membuat pengendara harus mengandalkan kewaspadaan pribadi. Tak jarang, suara klakson bersahut-sahutan terdengar di sekitar simpang empat, menjadi penanda kekacauan yang berlangsung hampir setiap hari.

“Saya lewat sini hampir tiap hari, dan sejak sebelum puasa selesai, lampu merah itu nggak nyala. Sekarang malah makin bahaya karena kendaraan ramai terus. Harusnya segera diperbaiki, apalagi ini depan rumah sakit,” ujar Rudi Santoso (34), warga Kecamatan Pajarakan yang saban hari melintas di jalur tersebut.

Menurutnya, selain rawan kecelakaan, kondisi ini juga sangat meresahkan warga dan pasien yang hendak menuju RSUD Waluyo Jati. Ia menyebut, keberadaan rumah sakit semestinya menjadi prioritas dalam hal keselamatan dan ketertiban lalu lintas, apalagi banyak ambulans dan kendaraan darurat yang juga melintas di jalur tersebut.

Keluhan serupa juga disampaikan Siti Aminah (29), warga Kelurahan Sidomukti, Kraksaan. Ia merasa resah dan khawatir jika situasi dibiarkan berlarut-larut tanpa ada tindakan dari pemerintah. Apalagi, simpang tersebut merupakan titik temu kendaraan dari berbagai arah dan selalu ramai pada jam sibuk.

“Kalau pagi dan sore, ini jalan macet dan semrawut banget. Semua pengendara saling berebut, karena nggak ada yang ngatur. Kami sebagai pengguna jalan cuma bisa hati-hati sendiri. Harapannya sih pemerintah cepat tanggap, ini kan jalan utama, apalagi di depan RSUD,” ungkapnya.

Menurut pengamatan warga, padamnya lampu lalu lintas sudah berlangsung hampir sebulan. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda teknisi dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo yang datang untuk mengecek atau memperbaikinya. Tidak adanya informasi resmi mengenai penyebab padamnya lampu maupun rencana perbaikannya pun menambah ketidakpastian warga.

Simpang empat di depan RSUD Waluyo Jati dikenal sebagai titik lalu lintas yang vital di wilayah Kraksaan. Selain menjadi akses utama menuju rumah sakit, jalur tersebut juga menghubungkan sejumlah fasilitas umum dan kawasan padat penduduk. Ketika lampu lalu lintas mati, pengendara dari arah Jalan Panglima Sudirman, Jalan Wahid Hasyim, dan Jalan dr. Sutomo sama-sama masuk ke simpang tanpa ada arahan yang jelas, meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.

Beberapa pengendara bahkan menyarankan agar Dishub setidaknya menempatkan petugas untuk mengatur lalu lintas sementara, sembari menunggu perbaikan lampu lalu lintas. Namun, hingga kini belum terlihat adanya langkah konkret ke arah itu.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab padamnya lampu lalu lintas di simpang empat RSUD Waluyo Jati maupun kepastian waktu perbaikannya.

Warga berharap agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan cepat dan tegas untuk mengatasi masalah ini demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Mereka juga meminta agar perawatan fasilitas lalu lintas ke depan lebih diperhatikan, terutama di titik-titik vital seperti depan rumah sakit.

[Sori]