BANYUWANGI || Pratama News.com || Kolaborasi antara Lentera Sastra Banyuwangi, Dewan Kesenian Blambangan (DKB), dan Banyuwangi Creatif Market (BCM) kembali menunjukkan konsistensi perjuangannya dalam menghidupkan ruang literasi dan seni di ruang publik. Melalui gelaran “Puisi Lentera Sastra untuk Pahlawan” di Taman Blambangan, Minggu (9/11/2025), ketiga lembaga ini menegaskan komitmen mereka untuk terus hadir di jantung kota Banyuwangi setiap minggu, membawa seni, sastra, dan kreativitas lebih dekat dengan masyarakat.
Acara tersebut turut dihadiri Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., yang tampil membacakan puisi berjudul “Pahlawan Itu Bernama Rakyat”. Kehadirannya semakin menguatkan semangat kolaboratif antara penegak hukum, komunitas seni, dan pelaku ekonomi kreatif di Banyuwangi.
Gelaran minggu ini menjadi istimewa karena menandai keberlanjutan program kerja sama tiga komunitas besar tersebut. Sejak pertama kali digagas, Lentera Sastra, DKB, dan BCM telah sepakat menghadirkan ruang ekspresi di Taman Blambangan setiap akhir pekan, menjadikan ruang publik itu sebagai panggung terbuka bagi seni, budaya, dan literasi.
Pada kesempatan tersebut, Kapolresta Banyuwangi juga menerima satu eksemplar buku antologi puisi berjudul “Hemat Bersama Umat”, karya para penulis Lentera Sastra Banyuwangi. Buku tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Lentera Sastra, Syafaat, sebagai simbol sinergi antara komunitas sastra dan pemerintah daerah.
Kegiatan yang berlangsung meriah namun tetap khidmat ini menghadirkan sejumlah penyair dari berbagai komunitas. Ketua DKB Hasan Basri menyampaikan puisi bertema perjuangan pasukan ALRI 0032 yang gugur di Pantai Boom, sementara para pengurus Lentera Sastra—di antaranya Uswatun Hasanah, Hermi Niilawati, Mujikan, dan Nurul Ludfia Rahmah—tampil membawakan puisi-puisi reflektif tentang kepahlawanan.
Dari jajaran DKB, penyair seperti Muttafakurrohmah, Fatah Yasin Nor, dan Nani Asiany turut memberikan penampilan terbaik mereka, menambah warna dan kedalaman acara. Sementara itu, perwakilan ISNU Banyuwangi, Dalilah, serta penyair Fauz Abadi, turut menghidupkan suasana pembacaan puisi.
Di sela kegiatan, Ketua Lentera Sastra Syafaat menegaskan bahwa kerja sama ini bukan hanya sekadar agenda seni, tetapi gerakan kebudayaan. “Kami hadir setiap minggu di Taman Blambangan sebagai bentuk komitmen. Sastra tidak boleh diam di ruang sunyi. Ia harus bersentuhan dengan masyarakat,” ujarnya.
Acara minggu ini juga dimeriahkan oleh penampilan para juara Liga Puisi 2025, termasuk duet Nuhbatul Fakhiroh dan Azkita Kiska dari MTsN 1 Banyuwangi, serta Tirta Baiti Jannah dari jenjang SLTA yang membawakan puisi “Diponegoro” karya Chairil Anwar.
Dengan terus hadirnya Lentera Sastra, DKB, dan BCM setiap akhir pekan, Taman Blambangan tidak hanya menjadi ruang rekreasi warga, tetapi juga pusat bergeraknya seni dan literasi Banyuwangi. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem kebudayaan daerah, sekaligus menghadirkan ruang kreatif yang dapat diakses dan dinikmati seluruh lapisan masyarakat.




