Pratamanews.Com – Pamekasan – Suasana haru menyelimuti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Kamis (17/4/2025). Program nasional yang digagas pemerintah pusat ini tak hanya memberikan manfaat gizi bagi siswa-siswi sekolah dasar, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur dan empati dari para penerimanya.
Momen haru itu terjadi di SDN Samatan, ketika petugas dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menemukan secarik surat kecil dalam ompreng bekas makan siang. Surat yang ditulis tangan oleh seorang siswi bernama Salsa itu menyita perhatian seluruh tim MBG karena berisi ungkapan terima kasih tulus kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Untuk Pak Prabowo tercinta. Terima kasih makan gratisnya, ya, enak sekali. Nama aku Salsa, aku sekolah di SDN Samatan. Semoga besok bisa makan gratisnya lebih enak, ya, Pak Prabowo. Aku tahu surat ini gak bakal sampek ke Pak Prabowo. Tetapi enak makan gratisnya. Tolong kasih ke Pak Prabowo,” tulis Salsa dalam suratnya.
Kepala Dapur SPPG Kecamatan Proppo, Hariyanto Rahmansyah Triarif, mengungkapkan bahwa temuan surat tersebut menjadi momen yang sangat menyentuh bagi seluruh tim. Surat ditemukan oleh salah satu petugas distribusi saat sedang mencuci ompreng makan siang yang telah dikembalikan dari sekolah.
“Ini seperti surat cinta untuk Presiden. Kami sangat tersentuh membacanya. Kami jadi tahu bahwa makanan yang kami siapkan dan antar setiap hari benar-benar dimakan, dinikmati, dan dihargai oleh anak-anak,” ungkap Hariyanto.
Menurutnya, surat dari Salsa menjadi bukti bahwa program MBG benar-benar menyentuh langsung masyarakat, khususnya anak-anak di pelosok daerah. Tak hanya memenuhi kebutuhan gizi, program ini juga memupuk rasa syukur dan kepedulian.
Program MBG sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah dasar di seluruh Indonesia. Menu makanan yang disiapkan dirancang agar seimbang, sehat, dan sesuai kebutuhan nutrisi anak-anak, terutama di daerah-daerah yang selama ini kurang terjangkau program peningkatan gizi.
Di Kecamatan Proppo, pelaksanaan program ini mendapat sambutan positif dari para guru dan orang tua siswa. Mereka menilai program ini tidak hanya meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga berkontribusi terhadap tumbuh kembang anak.
“Anak-anak jadi lebih semangat berangkat sekolah. Mereka juga jadi lebih aktif di kelas karena perut mereka tidak kosong,” kata salah seorang guru SDN Samatan.
Kisah surat kecil dari Salsa menjadi salah satu potret nyata bagaimana sebuah kebijakan nasional dapat memberi dampak besar pada kehidupan masyarakat di tingkat paling dasar. Di tengah rutinitas program, secarik surat itu mengingatkan kembali bahwa setiap piring makan siang yang disajikan bukan hanya soal gizi—tetapi juga tentang perhatian, kasih sayang, dan harapan.
Hariyanto mengaku telah menyimpan surat tersebut sebagai bentuk dokumentasi dan kenangan bahwa kerja keras tim dapur dan distribusi bukanlah hal yang sia-sia. Ia berharap, pesan sederhana dari Salsa ini bisa benar-benar sampai ke Presiden Prabowo, sebagai bukti bahwa program yang dijalankannya dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat.
“Kami berharap surat ini benar-benar sampai ke beliau. Setidaknya, dari sini kami semua tahu bahwa anak-anak merasa diperhatikan. Dan itu sangat berarti bagi kami semua di lapangan,” pungkasnya.
[Red]




