Pratamanews.Com – Sidoarjo — Warga Dusun Terung Kulon, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, digemparkan oleh kabar hilangnya seorang balita berusia dua tahun pada Jumat (18/4/2025). Balita berinisial DNP, putra dari pasangan suami istri Mbak Tutut dan Mas Yoko, serta cucu dari almarhum Bapak Sabla, diduga tenggelam di area Dam Ponokawan yang tak jauh dari pemukiman warga.
Peristiwa hilangnya bocah malang ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, DNP terakhir terlihat sedang bermain di sekitar sungai yang membelah kawasan Ponokawan. Tidak lama kemudian, anak tersebut dinyatakan hilang. Dugaan sementara menyebutkan bahwa DNP terpeleset dan tercebur ke sungai. Namun, hingga saat ini belum ada bukti kuat yang mengonfirmasi kejadian tersebut, karena tidak ada satu pun saksi mata yang melihat langsung saat anak tersebut jatuh ke sungai.
Kapolsek Krian, Kompol IGP Atma Giri, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pihaknya masih menyelidiki kasus ini sambil terus melakukan upaya pencarian. “Kami belum bisa memastikan apakah anak ini benar-benar jatuh ke sungai atau tidak, karena tidak ada satu pun saksi yang melihat langsung. Namun kami terus berupaya melakukan pencarian dan tidak menutup kemungkinan lain,” ujar Kompol Atma Giri saat ditemui di lokasi pencarian.
Hingga malam hari, pencarian belum membuahkan hasil. Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo bersama Tim SAR dan aparat kepolisian melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai serta area sekitar Dam Ponokawan. Proses pencarian juga melibatkan sejumlah warga setempat yang dengan sukarela membantu petugas. Mereka berharap balita tersebut dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Ernawati, seorang warga dari Terung Kulon yang turut berada di lokasi, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa ini. Ia berharap keajaiban terjadi dan balita DNP segera ditemukan. “Mudah-mudahan anak itu segera ketemu dalam keadaan selamat. Kasihan orang tuanya pasti sangat terpukul,” ucapnya lirih.
Pihak keluarga DNP tampak terguncang dan tak henti-hentinya menangis di lokasi. Mereka hanya bisa berharap dan berdoa sambil menunggu kabar baik dari tim pencari. Sementara itu, warga lainnya berkerumun di sekitar lokasi, memberikan dukungan moral dan tenaga sebisanya untuk membantu proses pencarian.
Menurut jadwal dari tim pencarian, proses akan dilanjutkan kembali pada Sabtu (19/4/2025) pagi mulai pukul 07.00 WIB. Pencarian akan difokuskan pada area aliran sungai yang lebih jauh dan titik-titik yang diperkirakan menjadi tempat arus kuat. Pihak BPBD menyebutkan bahwa kendala utama dalam pencarian ini adalah medan yang cukup curam serta arus air yang deras, mengingat curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh warga, terutama orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anak yang bermain di dekat aliran sungai atau tempat berbahaya lainnya. Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah menyebarkan informasi simpang siur dan menyerahkan proses pencarian serta penyelidikan kepada pihak berwenang.
Hingga berita ini ditulis, keberadaan balita DNP masih belum diketahui. Pihak keluarga dan masyarakat berharap pencarian pada hari kedua akan membuahkan hasil yang menggembirakan.
[4R]




